“Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan normalisasi sungai dan perbaikan jalan. Jika dibiarkan, situasi ini akan terus terulang dan bisa membahayakan nyawa warga,” tambah H. Suryadin.
Sementara itu, Ketua LSM Pemerhati dan Pemantau Pembangunan Daerah (P3D) Sumatera Selatan, Adi mengatakan bahwa dirinya sangat miris sekali melihat kondisi seperti itu masih terjadi di Kabupaten Banyuasin yang APBD nya mencapai Rp 2.4 Triliun. Semestinya kalau dilakukan dengan tata kelola keuangan yang baik hal seperti itu tidak akan terjadi.
Memang saya akui ada sebagian jalan dibangun oleh Pemkab Banyuasin namun kalau kita teliti lebih cermat jalan yang dibangun itu menuju ke akses akses tertentu.
“Saya mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dikomandio oleh Askolani-Netta melakukan pembangunan yang adil dan merata, sehingga semua masyarakat di Bumi Sedulang Setudung ini dapat menikmati dan merasakan pembangunan yang menggunakan uang rakyat tersenut,tutupnya.
Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan di wilayah tersebut. Warga hanya bisa berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan akses infrastruktur yang layak segera terwujud.