“Kami seperti dipaksa beralih ke Pertamax, tetapi ketika mau mengisi Pertalite justru harus menghadapi antrean yang sangat panjang. Kenaikan harga Pertamax cukup memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sudaroji, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi terbaik. Kalau harga BBM naik, biasanya harga kebutuhan lain juga ikut naik dan itu yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Merdeka Sekayu, Harmoko, menjelaskan pasokan BBM sebenarnya telah tiba pada subuh hari. Namun tingginya permintaan masyarakat membuat antrean kendaraan langsung memanjang sejak pagi.
“BBM masuk tadi subuh, tetapi sejak pagi antrean sudah cukup panjang karena banyak masyarakat yang memilih mengisi Pertalite,” jelasnya.
Menurut Harmoko, stok Pertalite yang tersedia diperkirakan masih mampu melayani kebutuhan masyarakat hingga sore hari. Namun apabila tidak ada tambahan pasokan, stok berpotensi habis lebih cepat akibat tingginya konsumsi.