“Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya,” tegasnya.
Pratu Ferischal diketahui berdinas di kesatuan Denkesyah Kesdam II/Sriwijaya. Korban menjadi prajurit TNI sejak tahun 2022 dan telah berpangkat Prajurit Satu.
Diberitakan sebelumnya, insiden berdarah tersebut bermula dari keributan di tempat hiburan malam Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan pelaku sempat berjoget bersama menikmati live music sebelum diduga terjadi senggolan yang memicu percekcokan hingga berujung perkelahian.
Dari keterangan sejumlah saksi, korban dan pelaku sempat terlibat baku hantam bersama beberapa rekannya. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dari pinggangnya lalu melepaskan tembakan ke arah korban.
Tembakan tersebut mengenai bagian perut sebelah kanan korban.
Dalam kondisi bersimbah darah, Pratu Ferischal langsung dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.