Firdaus menyebut pelaksanaan rangkaian HUT Muba dengan skema non-APBD tersebut menjadi konsep yang pertama kali diterapkan di Kabupaten Muba.
Meski tidak menggunakan anggaran daerah, masyarakat tetap dapat menikmati berbagai kegiatan yang disiapkan selama pelaksanaan Pesta Rakyat.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan Pesta Rakyat dalam rangka memeriahkan HUT Muba. Banyak kegiatan dan bazar nantinya,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.
Pemkab Muba menyiapkan sebanyak 50 tempat berjualan yang akan diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung.
“Nanti banyak kegiatan positif. Selain itu, Pemkab Muba juga akan memberikan anugerah kepada sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Muba,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, rangkaian HUT Muba 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM serta menjadi momentum untuk mengapresiasi masyarakat yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.