Selain itu, ditemukan pula tanda-tanda kekerasan lain berupa bintik pendarahan di area wajah dan mata, serta perubahan warna pada beberapa bagian tubuh.
“Pada kelopak mata terdapat bintik pendarahan, wajah tampak kebiruan, serta ditemukan kebiruan pada ujung jari tangan dan pucat pada ujung jari kaki,” jelasnya.
Luka pada leher yang telah dijahit semakin menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan menggunakan senjata tajam.
Sementara dari pemeriksaan dalam, ditemukan kerusakan serius pada bagian kepala dan leher korban.
“Terdapat resapan darah di bagian dalam kulit kepala, kerusakan pada saluran pernapasan, serta patah tulang leher,” ungkapnya.
Tim forensik juga menemukan bintik pendarahan pada sejumlah organ vital, seperti paru-paru, jantung, dan hati.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, dilakukan pula pemeriksaan penunjang, termasuk swab vagina serta analisis cairan lambung korban.
Dengan selesainya proses autopsi, pihak kepolisian memastikan bahwa kematian korban bukanlah kematian wajar, melainkan terdapat unsur kekerasan yang kuat dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.