MUBA, Topik Sumsel — Mahasiswa penghuni Asrama Putra Ranggonang Yogyakarta menyampaikan kekecewaan terhadap respons perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) pasca ambruknya atap asrama yang menyebabkan enam orang mahasiswa mengalami luka-luka pada Senin (16/2/2026).
Mantan Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Yogyakarta, Muhammad Ramadhan, mengungkapkan bahwa pertemuan antara perwakilan mahasiswa dengan Kepala Bagian (Kabag) Umum belum menghasilkan solusi konkret bagi mahasiswa terdampak.
“Tadi pagi perwakilan mahasiswa sempat bertemu dengan Kabag Umum. Namun, sebelum kami selesai menyampaikan kondisi korban dan mahasiswa terdampak, pembicaraan sudah dipotong,” ujarnya, Selasa (18/2/2026).
Menurut Ramadhan, dalam pertemuan tersebut Kabag Umum justru meminta mahasiswa menghubungi orang tua masing-masing serta menyarankan untuk mencari tempat kos secara mandiri.
“Kami malah disarankan untuk menghubungi orang tua dan ngekos sendiri. Bagi kami, ini terkesan seperti lepas tanggung jawab,” ungkapnya.