“Saro tu lah kamu pacak berangkat dak pacak bertanding keno di regulasi yang ado,”terang Anton menjelaskan bunyi pesan yang disampaikan oknum taekwondo berinisial G.
Diakui Anton, saat ini ada kisruh di Cabor Taekwondo Palembang, namun ia berharap jangan sampai mengorbankan atlet.
“Atlet sudah kita bina dan berprestasi, tolong jangan dikorbankan karena kisruh di internal cabor,”pintanya.
Disisi lain, Ketua Harian KONI Kota Palembang M Ali Ruben meminta KONI Provinsi melindungi KONI Palembang dalam perhelatan Porprov XV di Muba.
“Sehingga nantinya Porprov bisa menghasilkan atlet yang berprestasi untuk mengharumkan nama daerah, dan kami mendukung Porprov tanpa ada intervensi,”ucapnya.
Ketua Forum Masyarakat Pencinta Olahraga Palembang Daud, menduga adanya intervensi pada atlet yang akan bertanding.
“Kami meminta KONI Sumsel melindungi atlet-atlet berprestasi Kota Palembang yang akan bertanding di PORPROV 2025., terkhusus atlet taekwondo,” tegasnya.
Mendengarkan aspirasi KONI Palembang dan Forum Masyarakat Pencinta Olahraga, anggota verifikasi data KONI Provinsi Sumsel, Muhammad Lagan menegaskan bila KONI Provinsi menerima rekomendasi atlet dari KONI bukan dari cabang olahraga (Cabor).