PALEMBANG, Topik Sumsel — Ambulans apung, inovasi Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan, kembali menjalankan misi kemanusiaan dengan membantu masyarakat di wilayah perairan.
Kali ini, ambulans apung yang beroperasi di Pos Pangkalan Sandar Upang, Kabupaten Banyuasin, mengantarkan jenazah seorang warga Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, menuju lokasi pemakaman di Desa Prajen Jaya, Kecamatan Sungsang, Kamis (29/1/2026).
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal Polisi V-1027 Upang, Aipda Ardianto, S.H., M.H., mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah personel Pos Pangkalan Upang didatangi keluarga almarhum yang meminta pertolongan.
“Personel Pos Pangkalan Sandar Upang yang sedang berjaga didatangi saudara Kailani, kakak almarhum Abdul Muin, yang meminta bantuan untuk mengantarkan jenazah adiknya ke lokasi pemakaman di Desa Prajen Jaya,” ujar Aipda Ardianto.
Tanpa menunda waktu, empat personel Polairud langsung menyiapkan tandu dan mengoperasikan speedboat ambulans apung untuk mengantarkan jenazah menuju Desa Parit Prajen, Kabupaten Banyuasin.
Sebelumnya, pihak keluarga sempat meminta bantuan kepada tiga speedboat umum, namun tidak ada yang bersedia mengantarkan jenazah ke lokasi pemakaman.
“Keluarga kemudian menghubungi kami, dan anggota langsung bergerak cepat membantu dengan menggunakan ambulans apung inovasi Ditpolairud Polda Sumsel hingga jenazah tiba di lokasi pemakaman,” jelasnya.
Aipda Ardianto juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perairan Sungai Musi, khususnya di sekitar Pos Pangkalan Sandar Upang, agar tidak ragu meminta bantuan dalam kondisi darurat.
“Personel kami siaga 24 jam di Pos Pangkalan Sandar Upang dan siap memberikan layanan ambulans apung secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, ambulans apung sangat dibutuhkan oleh masyarakat pesisir Sungai Musi, terutama untuk penanganan kondisi darurat.
“Ambulans apung ini dikhususkan untuk evakuasi warga sakit, ibu melahirkan, maupun kondisi darurat lainnya menuju fasilitas kesehatan di Palembang,” tambahnya.
Selain layanan ambulans apung, Pos Pangkalan Sandar Upang juga menghadirkan inovasi Rumah Sehat untuk Manula, yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.
“Rumah sehat ini melayani masyarakat yang tidak mampu, khususnya lansia yang kesulitan untuk beraktivitas atau bepergian jauh. Kami bekerja sama dengan para bidan desa di wilayah Upang,” pungkas Aipda Ardianto.