MUBA, Topik Sumsel — Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi keluarkan Surat Keputusan (SK) guna mengantisipasi terjadinya Badai El Nino yang diprediksi ole Badan Meteorologi, Klimatologi dan Goefisika (BMKG) sejak 7 Maret 2023 lalu.
Selain berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan pada saat rapat koordinasi khusus tentang pembahasan antisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tahun 2023, dikeluarkannya SK Bupati no 149 /KPTS-BPBD/2023 yang bertanggal 23 Februari 2023 tersebut juga sebagai tindak lanjut Surat Gubernur Nomor 360/0314/BPBD.SS-III/2023 tentang Antisipasi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 tentang Antisipasi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 diperkirakan akan terdapat potensi terjadinya El Nino.
Pj Bupati Muba Apriyadi melalui Kepala BPBD Muba Pathi Riduan mengatakan, SK Bupati juga berpedoman pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1059 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kota Praja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821).
“Isi SK Bupati adalah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023. Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan, dan Lahan di Kabupaten Musi Banyuasin ditetapkan dalam rangka mengantisipasi terjadinya Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 yang berlangsung sejak diterapkannya keputusan ini sampai dengan tanggal 30 November 2023,” beber Pathi, sabtu (1/04/2023).
Selain itu, tambah Pathi, penetapan status siaga darurat juga ditindaklanjuti dengan pembentukan Pos Komando yang melibatkan Perangkat Daerah dan instansi terkait.
“Pos Komando ini dibuat demi melaksanakan tugas yang ditentukan selama 240 hari (dua ratus empat puluh) hari sejak tanggal ditetapkan,” tandasnya.
Disebutkan oleh Kepala BPBD Muba, Pathi Riduan selama rentang 11 Januari hingga 15 Maret 2023 terdapat bencana yang berhasil ditangani sebanyak 15 rumah rusak berat. “Sedangkan sejumlah kepala keluarga mengalami kerugian diakibatkan longsor dan banjir diantaranya 8 KK di Desa Bero Jaya, 11 KK Desa Margo Mulyo dan 80 KK Desa Pandan Sari, 35 KK Desa Pengage dan 25 KK Desa Ngulak III. Sejumlah bencana tersebut meliputi Kecamatan Sekayu, Lalan, Tungkal Jaya, Lais dan Sanga Desa, ” jelasnya.
Sekedar Informasi, Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2023 akan tiba lebih awal dari sebelumnya. Selain itu, curah hujan yang turun selama musim kemarau diprediksi akan normal hingga lebih kering dibandingkan biasanya. Adapun puncak Musim Kemarau 2023 diprediksikan terjadi di Agustus 2023.
Sedankgan untuk Pulau Sumatera Bagian Selatan sendiri, BMKG memprediksikan akan mengalami musim kemarau lebih awal yakni pada bulan Mei 2023 mendatang.
Sementara itu, terkait prakiraan dinamika atmosfer-laut diprediksi hingga akhir Februari 2023 kondisi ENSO berada pada fase La Nina lemah. Adapun La Nina diprediksi akan segera beralih ke fase netral pada periode Maret 2023 dan bertahan hingga semester pertama 2023.
Sedangkan, pada semester kedua, terdapat peluang sebesar 50-60% bahwa kondisi Netral akan beralih menuju Fase El Nino.Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada kondisi netral dan diprediksi akan bertahan hingga akhir tahun 2023.