“Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis,” jelasnya.
Terkait isu overdosis, Yaperixus menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan langsung dari istri korban yang mendampingi proses penanganan di rumah sakit.
“Suami saya memang sudah lama menderita penyakit jantung. Bahkan sudah dilakukan pemasangan ring jantung,” ungkap istri korban.
Pihak keluarga menyayangkan beredarnya isu-isu liar yang tidak didukung fakta medis dan dinilai dapat menambah duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Manajemen DA Club 41 Palembang turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Manajemen juga menegaskan telah menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan kerja (K3) sesuai ketentuan dengan melakukan evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Dengan adanya klarifikasi ini, kami berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks yang dapat merugikan pihak keluarga,” pungkas Yaperixus.