Program pendidikan pengawasan tersebut merupakan inisiatif nasional yang akan diterapkan hingga tingkat kabupaten/kota, dengan setiap provinsi mempresentasikan 10 klaster pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Muba, Beri Pirmansa, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 42 peserta yang terdiri dari unsur internal Bawaslu, organisasi media, dan organisasi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya nyata membangun sinergi dengan masyarakat. “Bawaslu bersama rakyat mengawasi pemilu. Harapan kami, melalui kegiatan ini terjalin sinergi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang berintegritas,” ujarnya.
Beri juga menegaskan bahwa Bawaslu Muba terus melakukan pengawasan pada pemutakhiran data pemilih melalui kegiatan uji petik coklit faktual dan pemutakhiran DPT berkelanjutan. Pengawasan ini dilakukan sepanjang tahun untuk memastikan data pemilih selalu akurat sesuai dinamika penduduk.
“Setiap tahun ada penduduk yang memasuki usia pemilih dan ada yang meninggal dunia. Karena itu pembaruan data pemilih tidak bisa hanya dilakukan pada tahun pemilu. Kami bekerja terus menerus memastikan kualitas DPT,” jelasnya.