“Semua makanan Latiaou beli di kantin yang ada di dalam lingkungan sekolah, bukan di luar sekolah,” ujarnya.
Saat ini kondisi anak-anak tersebut belum sepenuhnya pulih. Meski sudah mendapatkan penanganan medis, beberapa masih tampak lemas dan mengeluhkan pusing yang belum hilang.
“Semalam sudah kedokter untuk memeriksa lebih lanjut, doakan saja cepat pulih. Kami orang tua berharap dinas kesehatan maupun dinas pendidikan dapat turun mengecek agar makanan tersebut untuk tidak lagi di jual,” ungkapnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti keracunan. Para wali murid berharap pihak sekolah segera menindaklanjuti kejadian ini dan mengevaluasi pengawasan terhadap produk yang dijual di kantin sekolah.
“Harapan kami, ini jadi perhatian serius supaya tidak terulang lagi, kasihan anak-anak jika makanan yang tidak layak di jual untuk konsumsi,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, dr Azmi mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk mengecek makanan yang diduga membuat sejumlah siswa mengalami keracunan.