“Jika tidak diiringi transformasi ekonomi, transisi energi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pengangguran, dan memperburuk kemiskinan. Dibutuhkan diversifikasi ekonomi agar dampak sosial dapat diminimalkan,” tegas Imam.
Sementara itu, Rabin Ibnu Zainal menilai bahwa program transisi energi yang diusung oleh para Cakada Sumsel masih dangkal. Menurutnya, para kandidat baru menguasai pengetahuan teknis dasar tanpa memahami dampak sistemik dari transisi energi.
“Apa yang disampaikan kandidat hanya sebatas program teknis tanpa pola pikir mendalam. Mereka belum memiliki master plan yang jelas terkait integrasi transisi energi dengan transformasi ekonomi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tanpa strategi ekonomi yang jelas, transisi energi hanya akan menjadi kebijakan yang kontraproduktif.
Sementara jurnalis senior sejaligus anggota JTE, Taufik Wijaya menambahkan bahwa masyarakat harus kritis menilai latar belakang para kandidat. Menurutnya, visi dan kompetensi seorang pemimpin sangat menentukan arah kebijakan, termasuk dalam isu transisi energi.