Sedang untuk sektor kesehatan juga jauh di atas kewajiban yakni 595,878 miliar atau sebesar 21,13% dari APBD.
Data BPS terakhir menyebutkan angka indeks pembangunan manusia terus meningkat, sampai tahun 2022 IPM Muba mencapai 68,60 yang ditopang peningkatan angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, dan pengeluaran perkapita.
Peningkatan pendapatan juga disebut Apriyadi sebagai fokus pembangunan. Upayanya yakni mendorong peningkatan harga komiditi karet dan sawit melalui program hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, mendorong tumbuh kembang UMKM dan koperasi, program Kelompok Wanita Tani (KWT).
Program KWT juga wujud Muba turut andil dalam upaya pengentasan kemiskinan dan mendorong program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang digagas Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
“Pertumbuhan ekonomi kita menunjukkan tren positif pada tahun 2022, karena kembali meningkat sebesar 4,27% dibanding tahun 2021 sebesar yang masih 3,42%,” papar Apriyadi.
Muba juga berhasil menekan laju inflasi serta fenomena el nino dari ancaman kekeringan melalui operasi pasar, sidak pasar, gerakan pangan murah, pemantauan harga barang pokok, produksi pangan lokal. Sampai dengan September 2023 sudah disalurkan 278 ton. Jumlah ini setara dengan 77,7 persen dari yang dialokasikan 358 ton di bulan Oktober.