Diduga tidak terima, para pelaku kemudian membuntuti korban dan mengejarnya dari Jalan Urip Sumoharjo hingga akhirnya menghentikan korban secara paksa di Jalan Residen Abdul Rozak.
“Motor saya distop, lalu saya ditarik sampai jatuh. Yang memukul ada empat orang, satu orang lagi merekam kejadian. Dari perawakannya, mereka masih remaja, kemungkinan anak SMA,” jelasnya.
Korban sempat dikeroyok menggunakan tangan kosong, sementara teman korban yang berada di lokasi tidak berani memberikan pertolongan. Aksi pengeroyokan tersebut baru berhenti setelah seorang pengendara motor yang melintas turun tangan untuk melerai.
Namun, setelah situasi mereda, korban menyadari sepeda motornya telah raib dari lokasi kejadian.
“Setelah dikeroyok, motor saya sudah tidak ada. Saya tidak tahu siapa yang mengambil, apakah pelaku atau orang lain. Yang jelas motor sudah hilang,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Wahidul telah melaporkan kasus pengeroyokan dan pencurian sepeda motor ke Polsek Ilir Timur II Palembang. Ia berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.