Namun, kenyataan yang ada di lapangan belum seperti yang diharapkan, masih banyak tantangan – tantangan yang harus dihadapi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. terutama dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan.
“Melihat dari banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi, disebabkan dari banyaknya faktor diantaranya masalah ekonomi, budaya patriarki, pernikahan dini, hingga rendahnya kesadaran hukum, kekerasan yang dialami baik berupa fisik maupun psikis, yang dapat berdampak fatal seperti gangguan psikis, cacat hingga kematian,”ucap Apriyadi.
Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini juga menyampaikan, melalui Peringatan Hari Kartini ke-144 ini diharapkan menjadi momen penting untuk lebih mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat guna memberikan perhatian, meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui seminar nasional yang diadakan sebagai tonggak awal upaya perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak.