“Kalau memang hasilnya menunjukkan ada tindakan kekerasan, saya minta penyidik segera menetapkan tersangka dan menangkap pelakunya. Karena dari informasi yang kami terima, ada dugaan kekerasan yang dialami Sandi,” tegasnya.
Selain meminta pengungkapan hasil autopsi, Arifin juga mendesak polisi mengusut pihak yang pertama kali menyebut kematian Sandi akibat terjatuh di kamar mandi.
“Kalau dari hasil autopsi disebut ada sumbatan di leher depan dan belakang, apakah ini karena dicekik? Jadi pernyataan meninggal karena jatuh di kamar mandi harus diusut secara transparan agar tidak ada yang ditutupi,” katanya.
Arifin menegaskan, pihak keluarga menolak upaya perdamaian dan meminta kasus kematian anaknya diusut hingga tuntas.
“Tidak ada istilah damai. Kami hanya ingin pelaku segera diungkap dan diproses hukum,” tandasnya.
Sementara itu, mantan Kalapas Kelas IIB Serong, Luhur Pambudi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Saya serahkan pada pemeriksa, baik internal maupun eksternal, dari patnal dan penyidik,” singkatnya.