Langkah tersebut dinilai penting karena kabut asap yang pekat dapat mengurangi kemampuan awak kapal dalam melihat kondisi perairan secara langsung.
Selain itu, kesiapan mesin dan kemampuan kapal untuk melakukan olah gerak darurat juga menjadi perhatian. Nakhoda diminta memastikan kapal berada dalam kondisi siap bermanuver untuk mengantisipasi risiko tubrukan dengan kapal lain.
Aspek komunikasi juga menjadi bagian penting dalam maklumat tersebut. Para nakhoda diminta terus berkoordinasi dengan stasiun radio pantai maupun kapal-kapal lain, khususnya ketika kondisi jarak pandang di sepanjang alur pelayaran mulai terganggu.
Menurut Khairul, komunikasi antaroperator dan awak kapal dapat membantu pertukaran informasi mengenai kondisi alur pelayaran sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
“Kami mengimbau seluruh nakhoda dan operator kapal untuk terus berkomunikasi dengan stasiun radio pantai maupun kapal lain. Informasi mengenai kondisi alur pelayaran sangat penting untuk mendukung keselamatan bersama,” ujarnya.