Terkait pengawasan solar subsidi, Staleva menjelaskan sistem pengawasan sudah dilakukan secara ketat dan berlapis melalui mekanisme digital. Setiap pengisian wajib menggunakan QR Code yang terhubung dengan data kendaraan, nomor polisi, serta foto kendaraan melalui EDC.
“Kalau data QR Code, nomor polisi, dan foto kendaraan tidak sesuai, maka otomatis akan ditolak oleh sistem. Untuk multiple barcode, SOP kami jelas, datanya harus identik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan jalur distribusi, khususnya dari kawasan Kertapati menuju Betung dan sekitarnya, Pertamina menyiapkan mobil tangki kantong di SPBU 24.307.167 di wilayah atas Betung. Langkah ini bertujuan mencegah kekosongan BBM akibat keterlambatan suplai saat terjadi kemacetan panjang.
“Jika diperlukan, suplai juga bisa dialihkan dari Fuel Terminal Jambi,” tambah Staleva.
Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan SPBU, termasuk dugaan penimbunan BBM, gangguan fasilitas, maupun pelayanan lainnya, dapat langsung menghubungi Call Center Pertamina 135 atau layanan Polri 110.