Kasus Berulang di Dapur SPPG Mangunjaya, Keselamatan Siswa Jadi Perhatian

Dapur SPPG Mangunjaya 1 di Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, menjadi sorotan setelah 25 siswa SDN 1 Mangunjaya mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Operasional dapur dihentikan sementara untuk menindaklanjuti insiden tersebut.
750 x 100 AD PLACEMENT

MUBA, Topik Sumsel — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunjaya 1, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali menjadi sorotan setelah 25 siswa SDN 1 Mangunjaya mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (30/9/2026).

Insiden tersebut membuat operasional dapur SPPG di wilayah Babat Toman dan Mangunjaya 1 dihentikan sementara. Sampel makanan yang disajikan kepada para siswa juga perlu diperiksa di laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan yang berkaitan dengan keluhan tersebut.

Menu MBG yang disajikan saat kejadian terdiri dari ayam krispi berbalut sambal merah, tempe ungkep, sayur sop, dan buah kelengkeng. Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diketahui, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.

Sebagai dapur penyedia makanan, SPPG Mangunjaya 1 memiliki tanggung jawab memasok kebutuhan MBG bagi delapan satuan pendidikan. Penerima manfaatnya meliputi satu PAUD, empat sekolah dasar (SD), satu sekolah menengah pertama (SMP), satu sekolah menengah atas (SMA), dan satu sekolah menengah kejuruan (SMK).

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Kabupaten Musi Banyuasin, Oking Candra, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan yang diterima dengan meneruskannya kepada pihak terkait di tingkat provinsi.

“Kami langsung meneruskan laporan ke KPPG Provinsi, serta meminta laporan tertulis secara resmi dari kepala SPPG yang bersangkutan agar penanganan berjalan transparan dan akuntabel,” ujar Oking.

Perhatian terhadap dapur SPPG Mangunjaya 1 semakin menguat karena insiden serupa disebut pernah terjadi pada awal operasionalnya, September 2025.

Pada 3 September 2025, atau sekitar dua hari setelah dapur tersebut mulai beroperasi, sembilan siswa SDN 3 Mangunjaya dilaporkan mengalami kejadian serupa setelah menyantap menu MBG berupa nasi putih, filet ikan dori, tahu sambal, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah jeruk.

Oking membenarkan bahwa insiden sebelumnya pernah terjadi. Menurut dia, saat itu operasional dapur tersebut sempat dihentikan sementara selama tiga bulan.

“Memang benar dulu pernah terjadi hal tersebut, bahkan dapur ini sempat disuspend selama tiga bulan,” ungkapnya.

Riwayat dua kejadian tersebut mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasional, penerapan standar kebersihan, serta pengawasan keamanan pangan di dapur penyedia MBG tersebut.

Selain insiden kesehatan yang dialami para siswa, kondisi lokasi dapur juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan di lapangan sebagaimana disampaikan dalam laporan ini, dapur produksi berada di lantai bawah sebuah ruko yang terintegrasi dengan tempat tinggal pribadi pemilik di lantai atas.

Lokasi dapur itu juga disebut berada dekat dengan tempat pencucian kendaraan atau steam mobil. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemisahan area produksi makanan dari lingkungan luar yang berpotensi membawa debu, air kotor, maupun residu bahan pembersih.

Meski demikian, dampak kondisi lokasi terhadap keamanan makanan dalam kasus ini masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan evaluasi teknis oleh pihak berwenang.

Masyarakat pun mendesak agar evaluasi tidak berhenti pada penghentian operasional sementara. Audit terhadap fasilitas, sanitasi, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dinilai penting untuk memastikan seluruh persyaratan keamanan pangan benar-benar dipenuhi.

Dengan banyaknya satuan pendidikan yang bergantung pada pasokan dari dapur tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi menyeluruh menjadi hal penting untuk menentukan langkah tindak lanjut.

Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Apabila ditemukan pelanggaran standar atau ketidaklayakan fasilitas, tindakan korektif perlu dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT