“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman. Untuk jumlah pelaku yang terlibat serta motif kejadian akan kami sampaikan lebih lanjut setelah proses penyidikan berkembang,” katanya.
Sebelumnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) malam di SPBU Jalan Noerdin Pandji. Korban Yepran Firmansyah diduga terlibat cekcok dengan seseorang yang menyerobot antrean pengisian solar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat korban sedang mengantre BBM, sebuah kendaraan diduga milik pelaku masuk dan menyerobot antrean. Korban kemudian menegur tindakan tersebut sehingga memicu adu mulut dan perkelahian di area pintu keluar SPBU.
Keributan sempat dilerai oleh sejumlah sopir dan warga yang berada di lokasi sehingga situasi kembali kondusif. Namun sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali ke lokasi bersama beberapa rekannya yang datang menggunakan sepeda motor.
Kelompok tersebut diduga langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai truknya meninggalkan lokasi, namun terus dikejar oleh para pelaku.