“Tujuannya membersihkan luka, mencegah infeksi, membuang benda asing, serta menyisakan jaringan sehat agar proses penyembuhan lebih cepat,” jelasnya.
Menurut Budhi, kondisi luka bakar yang dialami Jumiatun mencapai sekitar 70 hingga 80 persen dari tubuhnya. Sementara Ngadiono mengalami luka bakar sekitar 50 hingga 60 persen.
Karena luasnya luka bakar yang dialami, kedua pasien diperkirakan masih harus menjalani beberapa kali operasi lanjutan untuk membersihkan sisa jaringan mati.
“Untuk membersihkan jaringan mati akibat luka bakar luas tidak cukup hanya sekali operasi, apalagi luka bakarnya di atas 50 persen,” katanya.
Meski demikian, kondisi kedua pasien disebut perlahan mulai menunjukkan perkembangan yang membaik.
Sebelumnya, Ngadiono dirujuk dari RSUD Rupit ke RS Bhayangkara Palembang menggunakan helikopter pada Jumat (8/5/2026). Sehari kemudian, Jumiatun juga dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Keduanya merupakan korban selamat dalam kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara dan menewaskan sejumlah penumpang.