930 x 180 AD PLACEMENT

LPG dan DME Sama Saja!!!, Jokowi : Impor LPG Terus Dilakukan Maka Negara dan Masyarakat Akan Terus Dirugikan

750 x 100 AD PLACEMENT

MUARA ENIM, Topik Sumsel – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan atau peletakan batu pertama pada groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/01/2022).

Mengawali sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ia telah berkali – kali menyampaikan mengenai hilirisasi, pentingnya industrialisasi, dan pentingnya mengurangi impor. Sudah 6 tahun yang lalu, telah diperintahkannya, tapi Alhamdulillah hari ini meskipun jangka 6 tahun belum bisa dimulai, Alhamdulillah hari ini bisa dilakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME.

Lalu, Presiden mengatakan proyek DME ini sangat penting karena bisa berperan sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), sehingga bisa mengurangi impor LPG yang selama ini mencapai 6-7 juta ton per tahun atau sekitar 80% dari kebutuhan LPG di dalam negeri.

“Pertanyaan saya apakah ini kita mau terus – teruskan, impor terus?,” kata Jokowi. Yang untung negara lain dan yang terbuka lapangan pekerjaan di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw materialnya, yaitu batu bara, yang dirubah menjadi DME.

Menurutnya hampir mirip dengan LPG, setelah melihat langsung, antara api LPG dan DME untuk memasak, sama saja. Kalau ini yang dilakukan, yang di Bukit Asam ini, yang bekerja sama dengan Pertamina dan Air Products bisa sudah berproduksi bisa mengurangi subsidi dari APBN sebesar 7 triliun kurang lebih.

Kalau semua LPG nanti disetop dan semua pindah ke DME tentunya besar sekali uang 67 triliun itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN, ini yang terus dikejar selain akan memperbaiki neraca perdagangan karena tidak impor.

“Dan kalau impor LPG terus dilakukan maka Negara dan masyarakat akan terus dirugikan,” tegasnya.

Masih kata Jokowi, dengan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME akan mampu membuka 11 – 12 ribu lapangan pekerjaan, dan kalau ada 5 proyek DME seperti ini di Indonesia akan ada 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, belum lapangan pekerjaan tidak langsung sekitar 2 – 3 kali lipat. Makanya ini dikejar terus, untuk memastikan selesai, dari 30 bulan seperti yang ditargetkan.

“Jangan ada mundur – mundur lagi. Dan harapan nantinya, setelah disini selesai, dimulai lagi di tempat lain, karena proyek DME ini hanya bisa mensuplai Sumsel dan sekitarnya kurang lebih 6 jutaan KK, karena deposit jauh dari cukup untuk urusan DME ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, DME merupakan salah satu jenis alternatif bahan bakar pengganti LPG. Mengutip situs Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karakteristik DME memiliki kemiripan dengan komponen LPG, yakni terdiri atas propan dan butana, sehingga penanganan DME dapat diterapkan sesuai LPG.

DME berasal dari berbagai sumber, baik bahan bakar fosil maupun yang dapat diperbarui. DME adalah senyawa bening yang tidak berwarna, ramah lingkungan dan tidak beracun, tidak merusak ozon, tidak menghasilkan particulate matter (PM) dan NOx, tidak mengandung sulfur, mempunyai nyala api biru, memiliki berat jenis 0,74 pada 60/60oF.(net)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT