930 x 180 AD PLACEMENT

Nahkoda KM Kurnia Meninggal Saat Melaut, Polairud Sumsel Evakuasi Jenazah dengan Ambulans Apung

750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan mengevakuasi jenazah seorang nahkoda kapal ikan yang meninggal dunia saat melaut di perairan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (7/2/2026) pagi.

Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans apung milik Polairud dari Pos Pangkalan Sandar Upang setelah petugas menerima laporan dari keluarga korban.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal V-1027 Upang, Aipda Ardianto, S.H., M.H., menjelaskan laporan pertama diterima dari seorang warga Desa Upang bernama Yudi. Ia meminta bantuan untuk menjemput jenazah keluarganya, Rudi, yang meninggal dunia di atas kapal KM Kurnia saat sedang melaut.

“Menurut keterangan anak buah kapal (ABK), sebelum meninggal almarhum sempat mengeluh masuk angin dan merasakan nyeri di bagian dada,” ujar Aipda Ardianto kepada wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Rudi masih mengemudikan kapal ketika sedang menarik jaring ikan di perairan Sungai Lumpur.

“ABK merasa curiga karena kapal terus melaju meski sudah diberi aba-aba untuk berhenti. Setelah dicek ke ruang kemudi, almarhum ditemukan dalam kondisi tergeletak dan setelah diperiksa sudah tidak ada denyut nadi,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, personel Polairud langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Perjalanan dari Pos Pangkalan Sandar Upang menuju perairan Sungai Sujian ditempuh sekitar tiga jam dengan kondisi cuaca dan gelombang yang cukup besar.

“Jenazah dievakuasi dari kapal KM Kurnia dan dipindahkan ke ambulans apung untuk dibawa ke rumah duka di Desa Upang,” tandas Aipda Ardianto.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT