Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Sani Arbi Wahyujati, proyek pembangunan SUTET 500 kV Muara Enim–New Aur Duri ini melintasi lima kabupaten/kota, dengan total 624 tower dan kebutuhan lahan sekitar 80,14 hektare, yakni Muara Enim: 85 tower (±10,90 ha), Prabumulih: 59 tower (±7,82 ha), PALI: 92 tower (±11,72 ha), Musi Banyuasin: 251 tower (±32,15 ha), dan Muaro Jambi: 137 tower (±17,55 ha).
Dari total tersebut, Muba menjadi wilayah dengan jumlah tower terbanyak, mencapai 40 persen dari keseluruhan jaringan.
Hingga saat ini, progres pembebasan lahan di wilayah Muba telah mencapai sekitar 50 persen, atau 120 tapak dari total 251 tower, dengan 49 tower telah berdiri dan 57 tower dalam tahap pondasi.
“Target kami, pada tahun 2026 seluruh konstruksi rampung sehingga sistem transmisi ini dapat beroperasi untuk mengevakuasi daya dari PLTU Sumsel 8 (2×600 MW) sebagai backbone sistem 500 kV Sumatera,” jelas Sani.
Selain membahas progres teknis, pertemuan ini juga menyoroti dampak positif pembangunan SUTET terhadap peningkatan pasokan listrik di wilayah Muba, terutama di kawasan Sekayu dan sekitarnya.