Di tahun ini pihaknya menargetkan penyerapan beras sebanyak 80.000 ton untuk wilayah Sumsel dan Babel. “Kami optimis target akan tercapai,” tegasnya
Untuk penyerapan beras, berasal dari Sumsel diantaranya Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, OKU Timur, OKU Selatan dan sebagainya.
“Stok beras di gudang kita saat ini memang diperuntukkan bagi program bansos, program pemerintah hingga operasi pasar. Kita ingin memastikan kepada masyarakat bahwa stok beras aman, dan masyarakat jangan kuatir. Untuk memastikan itu, kita terus melakukan operasi pasar di wilayah kita secara rutin,”katanya
Eko menjelaskan, ketersediaan stok beras dalam jumlah yang banyak perlu diupayakan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pasokan ke pasar dan menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau masyarakat. Selain beras, Bulog juga berupaya menyiapkan stok bahan pangan lainnya seperti daging sapi/kerbau beku, tepung terigu, minyak goreng dan gula pasir.
“Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan sejumlah bahan pokok masyarakat sepanjang 2022 ini dapat terpenuhi dengan baik dan dapat dicegah terjadinya kenaikan harga tidak wajar,” pungkasnya.(rak)