Menurutnya, pengembangan bawang putih tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani yang terlibat dalam pengelolaan lahan.
“Bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian. Secara geografis kita sangat cocok untuk menanam bawang putih,” jelasnya.
Ludi optimistis, apabila dikelola secara optimal, budidaya bawang putih dapat memberikan hasil yang menjanjikan bagi petani. Ia menyebut, satu hektare lahan dengan penggunaan sekitar satu ton bibit berpotensi menghasilkan hingga 15 ton bawang putih.
“Kalau kita tanam satu hektare dengan modal satu ton bibit, dengan pengelolaan yang baik bisa menghasilkan sekitar 15 ton. Ini merupakan peluang ekonomi yang besar,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, Pemkot Pagar Alam menargetkan sedikitnya 10 hektare lahan dapat dimanfaatkan untuk program tersebut. Pengelolaan lahan nantinya dilakukan oleh masyarakat petani, sementara Pemkot Pagar Alam bersama jajaran Polres Pagar Alam berperan dalam pembinaan dan pendampingan.