“Keberhasilan Development Drilling ini menjadi bukti nyata komitmen PEP Zona 4 dalam mendukung target produksi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia melalui optimasi aset migas secara berkelanjutan,” ucap Reza Nur Ardianto.
Selain Development Drilling, peningkatan migas PEP Zona 4 juga didorong berbagai inisiatif subsurface dan surface yang dijalankan secara terintegrasi.
PEP Zona 4 menambah data baru melalui akuisisi seismik 2D dan 3D, termasuk passive seismic. Langkah ini berperan penting dalam pengembangan lapangan Gunung Kemala, Tanjung Miring Barat, Karangan Complex, Limau Complex, dan Prabumulih Barat.
Perusahaan juga merevitalisasi data lama untuk menemukan potensi pengeboran baru di area Talang Jimar, Tanjung Tiga Barat, hingga Benuang Timur.
“Upaya ini akan diperkuat dengan rejuvinasi data subsurface, passive seismic, dan studi regional guna memastikan keberlanjutan penemuan prospek pengeboran yang ekonomis,” ungkap Reza Nur Ardianto.
Secara total, per 31 Oktober 2025, PEP dan Zona 4 mencatatkan produksi minyak 27.770 barel per hari (BOPD), naik dari 25.920 barel per hari pada 2024.