Kedua, sambung Adiya ada beberapa atlet yang lolos seleksi PRA PON tapi namanya digantikan dengan atlet lain yang tidak mengikuti seleksi PRA PON untuk ikut PON.
“Ada dua nama yang tidak ikut seleksi PRA PON tapi sudah direkomendasikan untuk ikut PON. Kita ingin agar atlet yang mengikuti POM itu sesuai aturan sudah lulus seleksi PRA PON. Kita tidak mau ada transaksional atlet yang tidak lulus seleksi PRA PON tapi diikutkan pada PON,” bebernya.
“Ketiga di SK kepengurusan Muaythai tapi tidak ada orangnya. Dan yang menjadi ketua Muaythai Sumsel itu rangkap jabatan juga di Kota,” katanya.
“Setelah ini kita akan melakukan aksi lagi 3 kali 24 jam di koni dan APH ke Polda atau kejaksaan,” tegasnya.
Aditya menegaskan, terkait adanya tuduhan bahwa atlet Muaythai yang perempuan dicoret karena diduga wanita malam itu adalah fitnah karena tidak ada buktinya.
!–nextpage–>
“Kita akan terus memperjuangkan atlet yang lolos pra-pon untuk mengikuti pon karena mereka sudah mengikuti seleksi rapor dengan menggunakan biaya sendiri,” bebernya.
Lebih lanjut dia menuturkan, juga terjadi masalah terkait bonus Porprov atlet dipotong 20 persen.
“Jadi kami mintak bekukan ketua cabor Muaythai. Batalkan rekomendasi atlet PON yang tidak mengikuti seleksi Pra PON,” paparnya.
Sementara itu peserta aksi demo, Risdiana mengatakan, mereka yang sudah berjuang nyawa tapi digantikan anak pejabat yang tidak ikut penjaringan PON. Mereka mengharumkan nama Sumsel.
“Mereka yang sudah ikut seleksi di PRA PON. Tiba-tiba diganti namanya. Anak lah masuk pra PON. Bertarung nyawa, kasian anak yang berprestasi tapi digantikan nama lain. Hak anak berprestasi jangan dihalangi, jangan kamu gantikan,” tuturnya.