Sementara itu, salah seorang atlet Muaythai yang lulus seleksi PRA PON, Nadya Anjani mengatakan, dia atlet yang dicoret.
“Saya sudah berjuang, saya ingin membanggakan orang tua saya dan nama Sumsel. Tapi kenapa nama saya dicoret. Kenapa nama saya dicoret,” katanya.
“Kemana KONI Sumsel, saat nama Nadya dan teman-teman Nadya dicoret. Saya ingin membanggakan orang tua saya dan ingin membanggakan nama Sumsel. Kami berangkat untuk Pra PON, pakai uang sendiri. Kami hemat uang makan. Mohon kebijaknnya, kami mati matian berjuang,” tandasnya.
Menanggapi aksi demo, Wakil Ketua KONI Sumsel Dr Haryanto.MPd menuturkan, terkait aksi demo hari ini itu adalah bagian dari persoalan yang terjadi di cabor Muaythai yang merupakan bagian dari KONI.
“Untuk tuntutannya akan kami teruskan ke pihak yang berkepentingan yakni PB Muaythai di pusat,” bebernya.