“Jadi atlet itu ternyata asik. Bisa kenal banyak teman dari berbagai daerah. Dulu saya insecure, tapi sekarang saya lebih percaya diri dan menikmati hidup,” tutur Tasya yang juga memiliki hobi melukis desain busana.
Di Peparprov Sumsel V kali ini, Tasya bertekad memberikan hasil terbaik bagi daerah kelahirannya, Musi Banyuasin. Ia sadar langkahnya masih panjang, dan mimpinya semakin tinggi – bergabung di Pelatnas dan mengibarkan Merah Putih di kejuaraan internasional.
“Tasya ingin bergabung di Pelatnas, mengibarkan bendera merah putih di kejuaraan internasional,” ujarnya mantap.
Sebagai salah satu ikon muda olahraga disabilitas Sumatera Selatan, Tasya tak lupa menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna bagi sesama penyandang disabilitas.
“Tetap semangat, tidak usah malu, dan terus berjuang. Di saat ada kemauan, di situ pasti ada jalan,” katanya penuh semangat.
Malam pembukaan Peparprov Sumsel V bukan sekadar ajang seremonial olahraga. Ia menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi ratusan atlet disabilitas yang ingin mengukir prestasi.