“Sudah mulai ramai satu bulan ini. Paling laris itu lampion dan angpao,”kata Syam kepada wartawan Senin (20/1/2025)
Meski tidak seramai tahun lalu, kata Syam, tak kurang dari ratusan orang berbelanja perlengkapan imlek tiap harinya. Menurutnya, berkurangnya jumlah pembeli diduga karena harga yang semakin naik akibat penambahan pajak.
“Lebih dari 100 (pembeli) pembeli tiap harinya. Tidak seramai tahun lalu tapi masih tergolong ramai. Mungkin terpengaruh kenaikan pajak,” jelasnya.
Biasanya kata Syam, lonjakkan pembeli diprediksi akan terjadi sehari sebelum perayaan Imlek 2025. Tokonya akan buka bahkan sampai tengah malam.
“Kami buka dari pagi sampai tengah malam. Biasanya ramai H-1, orang masih banyak yang membeli,” katanya.