PALEMBANG, Topik Sumsel — Fenomena puluhan ribu calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), namun tidak melakukan registrasi ulang, menjadi perhatian serius Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Selatan.
PKC PMII Sumsel menilai kondisi tersebut merupakan sinyal masih kuatnya hambatan ekonomi dalam mengakses pendidikan tinggi, sekaligus mencerminkan persoalan komersialisasi pendidikan yang dinilai semakin nyata.
Berdasarkan data yang beredar, sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang telah lolos seleksi tidak melanjutkan proses daftar ulang. Kondisi ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan persoalan administratif, tetapi juga menunjukkan masih banyak masyarakat yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.
Ketua Bidang Pendidikan, Pengembangan Akademik, dan Profesi PKC PMII Sumsel, M. Alpa Rezi, mengatakan tingginya angka calon mahasiswa yang batal melakukan registrasi ulang harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Fenomena ini tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan administratif. Ini merupakan sinyal bahwa akses pendidikan tinggi masih menghadapi hambatan serius, terutama dari aspek ekonomi. Ketika biaya pendidikan terus meningkat tanpa diimbangi perluasan jaminan pembiayaan, pendidikan berpotensi kehilangan hakikatnya sebagai hak dasar warga negara dan berubah menjadi komoditas,” ujarnya.