“Awalnya dia memainkan borgol milik satpam sekolah bersama temannya, setelah borgol terpasang ditangannya langsung terkunci dan tak bisa dibuka lagi. Anak ini datang ke pos diantar satpam sekolah,” kata Irsan.
Kunci borgol sebenarnya ada, karena borgol sudah terlalu masuk ke dalam membuat kunci tak bisa lagi digunakan.
“Kuncinya ada karena borgol sudah masuk terlalu dalam jadi (kunci) tidak bisa digunakan lagi. Makanya datang ke pos minta bantuan supaya borgolnya dipotong, ” jelasnya.