Sebelumnya, pihak keluarga sempat meminta bantuan kepada tiga speedboat umum, namun tidak ada yang bersedia mengantarkan jenazah ke lokasi pemakaman.
“Keluarga kemudian menghubungi kami, dan anggota langsung bergerak cepat membantu dengan menggunakan ambulans apung inovasi Ditpolairud Polda Sumsel hingga jenazah tiba di lokasi pemakaman,” jelasnya.
Aipda Ardianto juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perairan Sungai Musi, khususnya di sekitar Pos Pangkalan Sandar Upang, agar tidak ragu meminta bantuan dalam kondisi darurat.
“Personel kami siaga 24 jam di Pos Pangkalan Sandar Upang dan siap memberikan layanan ambulans apung secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, ambulans apung sangat dibutuhkan oleh masyarakat pesisir Sungai Musi, terutama untuk penanganan kondisi darurat.
“Ambulans apung ini dikhususkan untuk evakuasi warga sakit, ibu melahirkan, maupun kondisi darurat lainnya menuju fasilitas kesehatan di Palembang,” tambahnya.
Selain layanan ambulans apung, Pos Pangkalan Sandar Upang juga menghadirkan inovasi Rumah Sehat untuk Manula, yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.