MUBA, Topik Sumsel — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan risiko banjir dan cuaca ekstrem selama musim hujan.
Status siaga tersebut mulai diberlakukan hingga 31 Mei 2026, menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa puncak musim hujan di Sumatera Selatan terjadi pada Desember 2025 dengan potensi curah hujan tinggi.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan kewaspadaan ditingkatkan karena Kabupaten Muba dalam beberapa tahun terakhir kerap terdampak bencana hidrometeorologi saat musim hujan.
“Debit air Sungai Musi mulai naik, namun masih dalam batas aman. Kami sudah menempatkan satuan tugas di titik-titik rawan untuk memantau perubahan ketinggian air secara berkala,” ujar Marko, Selasa (9/12/2025).
Ia menyebutkan, sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Musi menjadi prioritas pemantauan, di antaranya Kecamatan Sanga Desa, Lais, Keluang, Babat Toman, Lawang Wetan, hingga Sekayu.
“Setiap musim hujan, enam kecamatan ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir. Karena itu mitigasi sejak dini sangat penting dilakukan,” katanya.
Selain menyiagakan personel dan perlengkapan penanganan cepat, BPBD Muba juga melakukan patroli rutin, terutama pada malam hari, serta intensif memberikan edukasi kepada warga bantaran sungai.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Provinsi Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Muba, sedang memasuki puncak musim hujan.
“Musim hujan diperkirakan berlangsung hingga April 2026, dengan puncaknya pada Desember 2025. Curah hujan di wilayah Muba, khususnya pesisir barat, diprediksi cukup tinggi berkisar antara 300 hingga 400 milimeter per bulan,” jelas Nandang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai angin kencang dan petir, terutama di wilayah dengan topografi landai seperti Muba.
“Saat pembentukan awan hujan, potensi angin kencang sering terjadi, terlebih jika disertai petir. Masyarakat diimbau segera mencari tempat aman saat kondisi tersebut muncul,” tambahnya.
Terkait potensi banjir, BMKG menilai wilayah Muba memiliki kerawanan serupa dengan Kota Palembang karena dipengaruhi debit Sungai Musi dan pasang surut di Muara Musi.
“Jika peningkatan debit sungai dikombinasikan dengan curah hujan tinggi, maka potensi genangan hingga banjir dapat terjadi di titik-titik rendah, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin,” pungkas Nandang.
BPBD Muba pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat yang mengancam keselamatan.