Untuk mempercepat penanganan, BPBD Muba mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), masyarakat, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi, di antaranya PT TCP, PT LBS, PT HBM, dan PT RHM.
Selain pemadaman darat, BPBD juga meminta dukungan perusahaan untuk melakukan water bombing guna mencegah api meluas ke permukiman, kebun masyarakat, maupun area konsesi perusahaan.
“Kami juga meminta bantuan PT Sinar Mas untuk melakukan water bombing agar api tidak menjalar ke kebun masyarakat maupun masuk ke wilayah konsesi perusahaan,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Marko mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan karena masih menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Namun, ia mengakui sebagian besar kasus karhutla di lahan gambut umumnya dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Masyarakat terkadang masih membuka lahan dengan cara membakar pada waktu yang tidak tepat. Padahal dampaknya sangat besar, bukan hanya membahayakan lahan miliknya sendiri, tetapi juga kebun masyarakat lain, lingkungan sekitar, hingga memicu bencana asap,” katanya.