BPBD Muba sendiri telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak usainya masa siaga bencana banjir. Sebagai langkah antisipasi, personel tambahan telah diterjunkan ke Sungai Medak untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Personel kami sudah ditambah satu regu lagi dan telah berada di lokasi selama dua hari. Selain melakukan pemadaman, mereka juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Perusahaan bersama TNI dan Polri juga tetap siaga di lokasi,” ungkapnya.
Marko juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
“Berdasarkan informasi BMKG, bulan Agustus diperkirakan hampir tidak ada hujan sama sekali. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sementara perusahaan diminta menjaga area HGU maupun konsesi agar tidak terjadi kebakaran,” tegasnya.