“Kuntau Semende merupakan salah satu aliran perguruan pencak silat sebagai warisan budaya khususnya di Kabupaten Muara Enim dimana saat ini Kuntau Semende sarana kesenian ketimbang olahraganya karena terus tampil di acara arak-arakan pengantin,” kata Tamiri.
Tamiri berharap dengan adanya kegiatan seperti ini terjalin silaturahmi dengan baik walaupun beda aliran dan perguruan tetap satu keluarga di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Selain dapat pengetahuan dari narasumber, ia juga berharap semoga PTBA kedepan melalui Porsiba dan Kowis dapat mengagendakan membuat satu event berkelanjutan seperti kompetisi minimal satu tahun sekali karena selain mengasah kemampuan juga dapat mengimplementasikan kemampuan atlet Kuntau Semende.
“Sehingga timbul atlet bertaraf nasional yang berasal dari Kecamatan Lawang kidul,” pungkas Tamiri.
Acara ini menghadirkan 2 narasumber yaitu DR. Dedi Irwanto (Dosen FKIP Sejarah Unsri) sebagai Civitas Akademisi dan Hasdi Sofyan seorang Praktisi Kuntau/Penguntau.