Sementara itu, Pengamat politik Universitas Sriwijaya, Muhammad Haekal Al-Haffafah, menilai bahwa strategi Lucianty ini sangat relevan dengan kondisi Muba saat ini. Menurutnya, Muba masih berada di peringkat ketiga daerah termiskin di Sumsel, sehingga pendekatan Lucianty untuk memperkuat UMKM bisa menjadi salah satu solusi.
“Lucianty memiliki keunggulan manajerial yang jelas terlihat dari pengalamannya sebagai pebisnis sukses di Sumsel. Dia memahami cara memobilisasi sumber daya, memaksimalkan potensi lokal, dan itu yang membuatnya lebih unggul dibandingkan kandidat lain seperti Toha Tohet. Dengan pendekatan berbasis ekonomi lokal, ia mampu menawarkan solusi yang nyata untuk membangkitkan ekonomi Muba,” jelas Haekal.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa Muba berada di peringkat ketiga kabupaten termiskin di Sumsel , dengan 14,88 persen atau sekitar 80 ribu lebih warganya hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh sebab itu, masyarakat Muba harus lebih kritis dan cerdas dalam menentukan pilihan.