Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, S.Sos., M.Si., mengapresiasi lahirnya karya tersebut. Menurutnya, kepopuleran Cuko Boy menjadi alasan utama karakter itu diadaptasi ke dalam seni pertunjukan teater.
“Inilah yang mendasari kami untuk memilih dan mengadaptasi karakter Cuko Boy yang viral di media sosial ke dalam bentuk seni teater,” ujar Sayadi.
Ia menilai kolaborasi antara seni digital dan seni pertunjukan tradisional menjadi langkah positif dalam memperkaya khazanah budaya daerah sekaligus membuka ruang baru bagi para kreator lokal untuk terus berinovasi.
Transformasi Cuko Boy dari animasi digital ke panggung teater diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda agar terus berkarya, melestarikan budaya, serta membawa nama Sumatera Selatan melalui industri kreatif.
Pementasan ini diprediksi menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan dalam Festival Batanghari Sembilan 2026, mengingat Cuko Boy telah memiliki basis penggemar yang luas di media sosial dan menjadi salah satu ikon kreatif kebanggaan Sumatera Selatan.