Salah satu wartawan senior yang mengikuti pelatihan, Ocktaf Ryadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya mempererat persaudaraan antarsesama jurnalis, tetapi juga menjadi ajang pengembangan kemampuan teknis olahraga biliar.
“Saya bangga dengan kegiatan ini. Selain memperkuat silaturahmi, pelatihan seperti ini juga penting agar kami bisa tampil lebih baik dalam kompetisi biliar,” ungkapnya.
Dalam sesi pelatihan, Om Bill membagikan teknik-teknik fundamental permainan biliar, mulai dari sikap dasar, teknik pukulan, hingga cara mengelola strategi saat pertandingan.
“Biliar itu tidak jauh beda dengan menulis berita. Keduanya membutuhkan penguasaan dasar yang kuat. Seperti jurnalis yang harus memahami 5W dan 1H, pemain biliar juga harus menguasai teknik dasar agar bisa menghadapi berbagai situasi di meja pertandingan,” terang Om Bill.
Menurutnya, latihan fokus dan penguasaan teknik adalah kunci utama dalam meraih prestasi. Ia berharap ke depan akan muncul atlet-atlet biliar berprestasi dari kalangan jurnalis Sumsel yang tidak hanya tajam dalam menulis, tetapi juga piawai di atas meja biliar.