Sebelumnya, penutupan Desa Wisata Gunung Dempo sempat viral di media sosial dan menuai kritik karena dianggap merugikan pelaku usaha pariwisata serta menghambat kunjungan wisatawan ke salah satu destinasi unggulan Kota Pagar Alam.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel menginisiasi rapat koordinasi pada Senin (11/5/2026) di Kantor Gubernur Sumsel.
Rapat dipimpin Asisten I Sekda Sumsel Apriyadi Mahmud dan dihadiri Sekda Kota Pagar Alam Zaily Oktosab Fitri Abidin, manajemen PTPN I Regional 7, perwakilan Kementerian Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Dinas PTSP Sumsel dan Kota Pagar Alam, serta pengelola Desa Wisata Gunung Dempo.
Dalam rapat tersebut, Apriyadi meminta seluruh pihak segera mencari solusi agar penutupan tidak berdampak buruk terhadap perkembangan sektor pariwisata di Kota Pagar Alam.
Menanggapi dibukanya kembali Desa Wisata Gunung Dempo, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumsel H Alfrenzi Panggarbesi mengapresiasi langkah cepat Gubernur Herman Deru yang memediasi persoalan tersebut.