Lanjutnya, dengan banyaknya pekerjaan proyek yang dimenangkan oleh kontraktor luar secara tidak langsung menutup keran mata pencaharian kontraktor lokal yang ada di Kabupaten Muara Enim. Padahal, angka kemiskinan Muara Enim saat ini sudah mencapai 13 persen. Maka dari itu Yusran mengatakan jika kedepannya kebijakan terus memberikan peluang besar kepada kontraktor luar maka angka kemiskinan Muara Enim akan meningkat bahkan bisa tembus menjadi 15 persen.
“Kami harap Pj bupati Muara Enim untuk menyikapi permasalahan tersebut, dikarenakan yang membayar pajak tanah, PBB, kendaraan bermotor dan sebagainya itu banyak masyarakat Muara Enim. Kalau hanya 30 persen dinikmati masyarakat Muara Enim maka akan terjadi ketimpangan yang memakmurkan orang luar,” tegasnya.
Masih dikatakan Yusran, banyak sekali dampaknya jika proyek dari Kabupaten Muara Enim dinikmati oleh kontraktor luar seperti tukang, material dan sebagainya. Sebab jika dimenangkan oleh kontraktor luar cenderung untuk tenaga tukang mereka akan mendatangkan tukang dari luar Muara Enim atau tukang mereka sendiri.