Ditempat yang sama Tim penanganan bagian pencurian dari operator XL Ade Sandera mengungkapkan dengan dicurinya baterai modul sangat berdampak pada jaringan telekomunikasi empat operator.
“Satu tower yang terpasang ada empat jaringan telekomunikasi, meliputi Telkomsel, Indosat, XL dan Smartfen. Kalau baterai modulnya dicuri membuat layanan data di lokasi tersebut terganggu bahkan tidak sama sekali,”ungkapnya.
Disebutkan dalam melancarkan aksinya pelaku datang ke tower dengan memakai pakaian lengkap layaknya pekerja jaringan telekomunikasi berpura-pura memeriksa tower.
“Inilah yang membuat masyarakat disekitar tower tidak mencurigai aksi pelaku karena warga sekitar mengira itu kegiatan biasa. Padahal mereka melakukan pencurian,”tambahnya.
Dikatakan Ade Sandera baterai modul tower telekomunikasi yang dicuri paling banyak di Palembang dan juga terjadi di beberapa Kabupaten seperti, Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, Prabumulih, Lahat, Muara Enim, dan OKU Timur.
“Pelaku ini melakukan aksi pencurian merata di semua lokasi, didalam satu tower itu bisa 4 baterai operator berbeda. Di Palembang tersebar di beberapa Kecamatan, lebih maksimalnya dari arah Palembang menuju Tulung Selapan dan Kabupaten Ogan Ilir,”terangnya.