“Dia berdua kak satunya kabur,” katanya.
Sementara Wawan terduga pelaku membantah kalau dirinya melakukan penipuan karena saat kejadian ia mengisi saldo DANA senilai Rp 400 ribu, namun saldonya belum masuk.
“400 ribu saya top up dana kak terus belum masuk. Untuk memastikan saya minta hotspot dengan pemilik warung karena belum masuk,”ujar Wawan saat di Polsek Ilir Barat I.
Namun saat akan mengecek kembali saldo DANA, tiba-tiba seorang pria mendatanginya sambil menuduhnya hendak menipu.
“Tiba-tiba suaminya datang, ‘kau ni nipu kalu ye’, saya seperti mau diraih ya saya lari pak,” katanya.
Terkait ada etalase yang rusak, Wawan mengaku kalau itu rusak terkena tendangan pemilik warung saat akan mengejarnya.
“Itu tertendang pas pemilik mau ngejar saya,” katanya.
Kapolsek Ilir Barat I AKP Ricky Mozam menjelaskan anggota Reskrim mendapatkan laporan adanya pelaku yang diduga melakukan penipuan diamuk massa sehingga anggota mengecek ke lokasi.
“Dia kami amankan, dari diamuk massa dan dibawa ke Polsek,” ujar Ricky.