Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan. Para peserta diajak untuk mempelajari motif dan pola Jumputan Kenten Laut. Hal ini meliputi tahapan pembuatan pola yang kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Setalah itu Jumputan kain direbus dengan air mendidih lalu dikeringkan dibawah sinar matahari. Pelatihan ini kemudian diaharapkan untuk meingkatkan kemampuan peserta dalam proses produksi Jumputan Kenten Laut.

Diakhir kegiatan ini di lakukan post-test kepada seluruh peserta. Hasil post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai jumputan dan kearifan lokal di era globalisasi. Jika sebelumnya pengetahuan peserta hanya pada 65%, setelah kegiatan dilaksanakan jumlah persantase pengetahuan peserta meningkat menjadi 90%.
Dian menjelaskan dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan para peserta mampu mengembangkan dan mempertahankan warisan budaya lokal agar dapat bersaing dalam pasar bebas. Sebagaimana diketahui ada begitu banyak produk asing yang telah masuk ke Indonesia, hal ini kemudian mengancam keberadaan industri tekstil lokal.