“Saya ingin FAMS Sumsel ini menjadi formal secara hukum agar forum ini bisa menjadi besar dan kepercayaan masyarakat itu semakin tinggi,” ucapnya.
Apalagi, dengan gagasan yang begitu cerdas sehingga terbentuknya FAMS Sumsel karena forum ini untuk mewadai bukan untuk merusak identitas akun itu sendiri. “Nanti dari 70 akun di Sumsel yang menjadi episentrum, kedepan saya ingin ada arahnya, apakah itu politik, bisnis ataupun disektor dan bidang lainnya,” ungkapnya.
Tapi sebagai orang tua ataupun juga Kepala Daerah di Sumsel Herman Deru tidak akan mengikat independensi meraka (para medsos) melainkan dirinya meminta untuk bekerja sesuai alur.

“Saya tidak akan membelunggu independensi kalian. Jadi kalian bekerja saja sesuai alur tapi ingat ada pagar pembatas disana seperti pagar etika (kode etik jurnalistik), budaya, agama, dan pagar-pagar kehormatan bagi setiap personal,” tutupnya.
Sementara, Ketua FAMS M Ridwan Edo menjelaskan diadanya kegiatan ini adanya kerinduan teman-teman penggiat medsos yang selama ini berjalan sendiri- sendiri kemudian berkumpul sehinga membuat wadah yang dinamakan FAMS Sumsel. “Kita berdiskusi bersama-sama sehingga kuta sepakat untuk membuat Jambore pertama kalinya bagi Medsos di Sumsel,” katanya.