Dalam kesempatan tersebut, AKP Pandri mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Command Center, beberapa titik panas (hotspot) mulai terdeteksi di wilayah Musi Banyuasin seiring minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, seluruh kejadian yang terpantau sejauh ini berhasil ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
“Alhamdulillah, beberapa laporan hotspot yang masuk dapat segera diatasi. Namun kondisi cuaca yang semakin kering harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi karhutla yang lebih luas,” katanya.
Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas nantinya akan melibatkan sekitar 900 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Manggala Agni, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Pramuka, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), Regu Pemadam Kebakaran perusahaan hingga komunitas pengemudi ojek.
Pada apel nanti, seluruh elemen masyarakat akan membacakan ikrar bersama yang berisi komitmen menjaga kondusivitas wilayah, menolak tindakan anarkis, mendukung terwujudnya Musi Banyuasin bebas asap akibat karhutla, serta menolak segala bentuk kegiatan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.