Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan sedikit linglung.
“Personel SRU 1 langsung bergerak mengevakuasi melalui jalur darat,” jelas Raymond.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” tutup Raymond.
Sebelumnya korban dilaporkan hilang pada Senin (14/7/2025) sekitar pukul 16.10 WIB. Saat itu korban tengah bertugas di Pos Checker untuk mencatat keluar masuk kendaraan (ritasi unit ADT) di area tambang.
Namun secara tiba-tiba, korban melompat dari tempat duduknya dan berlari ke arah hutan, disaksikan oleh pengawas, operator, dan karyawan lain.
Pengawas sempat mengejar untuk menanyakan penyebab tindakan tersebut, namun korban tidak menjawab dan terus berlari hingga hilang.
Selama pencarian, unsur SAR yang terlibat antara lain Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, PT UMKJP, masyarakat, dan keluarga korban.